Kependudukan
KK adalah pusat segala.
Anggota keluarga, status rumah (pemilik, kontrak, kos, kosong), sampai kategori warga (tetap, mahasiswa, lansia, penyandang disabilitas) tinggal satu kartu. Pendatang baru tidak lagi lolos dari data.
Data warga, iuran kas, surat menyurat, donasi masjid, jadwal posyandu, sampai pengumuman kerja bakti (yang tadinya tersebar di buku tulis, Excel, dan grup WhatsApp) kini tergantung rapi di satu aplikasi yang gampang dipakai Pak RT sekalipun.
Mayoritas aplikasi RT berhenti di iuran, surat, dan kas. Padahal di satu kampung ada banyak organisasi yang saling kenal; cuma datanya yang tidak pernah bertemu.
Jamaah masjid tidak diinput dua kali: mereka sudah ada di KK. Anak yang ditimbang di posyandu otomatis tercatat sebagai warga. Laporan sekali disusun, dibaca Ketua RW sampai kader dasawisma. Semua karena satu hal: semua lembaga kampung minum dari satu basis data yang sama.
Semua modul minum dari satu sumber: data keluarga (KK). Tidak ada input ganda, tidak ada laporan yang saling membantah.
Anggota keluarga, status rumah (pemilik, kontrak, kos, kosong), sampai kategori warga (tetap, mahasiswa, lansia, penyandang disabilitas) tinggal satu kartu. Pendatang baru tidak lagi lolos dari data.
Bendahara membuat “iuran bulanan” sekali; sistem menerbitkan tagihan untuk seluruh KK, menerima QRIS/tunai/transfer, lalu menyusun laporan kas bulanan tanpa disuruh.
Warga mengajukan dari HP, RT menyetujui satu klik, PDF terbit dengan nomor otomatis (001/RT01/VIII/2026) dan QR verifikasi; arsipnya tercari kapan pun.
Infaq Jumat, sedekah, zakat, qurban, sampai kampanye pembangunan, semuanya tercatat per kategori, progresnya bisa dilihat jamaah. Data jamaah tersambung ke data warga: tidak diinput dua kali.
REMINDER OTOMATIS 7 HARI SEBELUM JADWAL
Data ibu hamil dan balita apa adanya: nama, usia, berat, tinggi, jadwal. Indikasi stunting muncul sebagai penanda sederhana: bukan diagnosis, melainkan alarm untuk lanjut ke puskesmas.
Target per RT, per RW, atau kelompok tertentu. Darurat seperti banjir atau kehilangan anak dikirim serentak. Absensi kerja bakti cukup scan QR di lokasi.
Pengurus mengelola dari dashboard yang ringkas; warga cukup tiga menu di HP. Keduanya menengok data yang sama; tidak ada versi kedua yang bisa berbeda.
DEMONSTRASI ANTARMUKA · SELURUH ANGKA ADALAH CONTOH
HARI INI
Halo Pak Slamet, iuran Agustus Rp25.000 belum terbayar. Bisa transfer QRIS atau bayar ke bendahara ya, Pak. Terima kasih.
Sudah saya transfer ya, Bu. Mohon dicek.
Terima kasih, pembayaran sudah tercatat. Bukti iuran bisa dilihat di aplikasi warga.
SIMULASI NOTIFIKASI WHATSAPP
Dashboard RT 03 · KARANGTENGAH
Iuran bulan ini RP3.800.000
TERKUMPUL RP2.900.000 · 76%
Surat menunggu
4
12 SETUJU · 1 DITOLAK
Agenda terdekat
Kerja Bakti
MINGGU · 07.00 WIB
Kas RT 03 · AGUSTUS
Belum bayar 36 KK
PENGELUARAN TERBESAR: KEAMANAN · KEBERSIHAN · ACARA RT
Portal Warga · SLAMET WIDODO
Tagihan saya
Iuran AgustusRp25.000BELUM LUNAS
Ajukan Surat
DOMISILI · SKCK · USAHA
Agenda
KERJA BAKTI · MIN 07.00
Warga memilih jenis surat, mengisi keperluan, kirim. Datanya sudah ada di KK, jadi tidak ada form panjang.
Notifikasi masuk ke pengurus. Satu klik “Setujui”; revisi pun cukup satu catatan.
Nomor surat otomatis, QR verifikasi tercantum, arsip tersimpan. Warga mengunduh; surat masuk juga ke WhatsApp.
Geser sesuai jumlah KK dan iuran bulanan wilayah Anda. Angka ini yang selama ini lewat buku tulis: sulit diaudit, sulit dilaporkan.
POTENSI KAS RT PER BULAN
Rp3.750.000
SETELAPUNYA DALAM SATU TAHUN
Rp45.000.000
Ilustrasi sederhana: jumlah KK × iuran. Realitanya lebih baik: ada donasi, sewa pos, dan pendapatan lain yang juga bisa dicatat.
NIK dan kondisi keluarga adalah data yang paling pribadi yang sebuah kampung pegang. Kami menjaganya secara struktur, bukan sekadar janji di halaman syarat & ketentuan.
HALAMAN INI MEMUAT NOL REQUEST PIHAK KETIGA · CSP KETAT · LAPOR KEAMANAN VIA /.well-known/security.txt
Bendahara tidak bisa menghapus warga; sekretaris tidak bisa utak-atik kas. Setiap tindakan tercatat jejak auditnya.
Data dienkripsi saat transit maupun tersimpan. Tidak ada SDK iklan, tidak ada pelacak, tidak ada data yang dijual.
Ekspor seluruh data kapan pun dalam format terbuka. Berhenti berlangganan? Data tetap bisa dibawa pulang.
Input kas dan absensi tetap bisa dicatat offline; semuanya tersinkron begitu sinyal kembali.
Bayar bulanan, tahunan, atau sekali putus. Semua pilihan dapat enam pilar penuh: tanpa iklan, tanpa biaya tersembunyi, data bisa diekspor kapan pun.
Satu lembaga, satu akun, semua pengurus bisa masuk.
Rp30.000/ BULAN
ATAU Rp300.000/TAHUN · HEMAT 2 BULAN
Banyak RT, DKM, atau posyandu dalam satu akun.
Rp90.000/ BULAN
ATAU Rp900.000/TAHUN · HEMAT 2 BULAN
Tanpa tagihan bulanan — aktif terus.
Rp3.000.000SEKALI
BAYAR SEKALI, PAKAI TERUS
SEMUA PILIHAN: ENAM PILAR PENUH · TANPA IKLAN · DATA BISA DIEKSPOR KAPAN PUN
Tidak wajib. Pengumuman, tagihan, dan kabar surat sampai lewat WhatsApp. Portal warga berbasis web ringan, dibuka dari browser mana pun tanpa toko aplikasi.
Tidak. Format impor mengikuti kolom KK yang biasa dipakai: nomor KK, nama kepala keluarga, alamat. Unggah, petakan kolomnya sekali, selesai; data bertahun-tahun langsung tinggal di satu tempat.
OmniWarga dirancang untuk Android kelas bawah: ringan dibuka, hemat kuota, tombol besar, menu sedikit. Kalau bisa buka WhatsApp, bisa buka OmniWarga.
Mengikuti perannya: warga melihat data keluarganya sendiri, bendahara melihat status iuran, ketua melihat rekap. Data pribadi tidak pernah tampil publik; yang bisa dibagikan hanya statistik agregat, kalau pengurus menghendaki.
Ada tiga pilihan, semua fitur lengkap: satu organisasi (RT/DKM/Posyandu) Rp30.000/bulan atau Rp300.000/tahun; multi organisasi (RW, gabungan lembaga) Rp90.000/bulan atau Rp900.000/tahun; dan beli putus Rp3.000.000 sekali bayar. Rinciannya ada di bagian Harga; kebutuhan khusus tinggal cerita lewat kontak.
Ceritakan RT, RW, atau DKM Anda: berapa KK, apa yang paling merepotkan sekarang. Tanya dulu boleh — kami bantu menata dari data pertama, sampai beres.
WHATSAPP +62 856-4555-5444 · EMAIL HALO@OMNIWARGA.TOP · RESPON HARI KERJA